5 Cara Budidaya Ikan Koi yang Benar Untuk Pemula

budidaya ikan koi

Budidaya Ikan Koi yang berasal dari negara Jepang ini kian hari semakin meluas ke berbagai negara termasuk Indonesia dan menjadi salah satu ikan yang paling banyak digandrungi untuk dibudidayakan.

Keindahan warna yang dimiliki ikan koi serta gaya renang yang elegan, mampu menarik hati serta memberikan ketenangan bagi siapa saja yang melihatnya.

Bahkan, warga Jepang sendiri yakin bahwa jika orang yang memelihara ikan koi akan mendapatkan keberuntungan.

Baca Juga :

Budidaya Jahe Merah Untuk Pemula yang Dapat Meraup Keuntungan

karena banyaknya minat para pecinta ikan terhadap ikan ini, budidaya ikan koi terus meningkat secara signifikan. Maka dari itu, tentu saja banyak peluang untuk memanfaatkan ikan koi sebagai sumber usaha.

Kalian ingin memanfaatkan peluang ini juga? Simak terus artikel ini ya.

Teknik dan Cara Budidaya Ikan Koi

Berikut beberapa langkah cara budidaya ikan koi agar membuahkan hasil yang berkualitas dan maksimal.

1.Memilih Indukan Yang Unggul

tentu saja memilih indukan merupakan langkah paling penting untuk memulai budidaya ini, baik jantan maupun betina.

Mungkin kalian bisa menemukan toko Ikan yang menjual indukan ikan koi di mana-mana. Namun, kalian harus tahu terlebih dahulu soal kualitas dan tidak boleh asal memilih.

mudahnya, kalian dapat langsung bertanya kepada pecinta ikan dan bergabung dengan komunitasnya serta langsung membelinya di forum tersebut. Dengan begitu kalian berkesempatan mendapat indukan yang memang sudah terjaga.

namun jika kalian ingin membeli di toko ikan biasa, kalian dapat memperhatikan ciri-ciri sebagai berikut :

  • setidaknya umur indukan jantan ataupun betina harus berumur 2 tahun dan siap dikawinkan.
  • Terlihat bugar dan memiliki lekukan tubuh yang ideal seperti torpedo jika dilihat dari atas.
  • Perhatikan cara indukan berenang, pilihlah indukan yang berenang dengan tenang. Tidak lambat dan tidak cepat.
  • Walaupun tenang, indukan ikan koi akan bergerak cara aktif dan gesit.
  • Pilihlah warna sisik yang terlihat kontras dan cerah.

2. Menyiapkan Kolam

ikan koi merupakan salah satu ikan yang dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan manapun. Akan tetapi, pembuatan kolam sangat berperan penting untuk menghasilkan keturunan-keturunan yang berkualitas.

contohnya ikan koi tidak hanya hidup di akuarium, melainkan kolam tanah serta kolam beton pun dapat ia tinggali. Namun kalian harus menghindari bahan terpal untuk pembuatan kolam.

untuk pembuatan kolam dengan standar, kalian dapat menyiapkan lahan dengan ukuran 3 * 6 m, dan kedalaman 60 cm, serta tingginya 50 sampai 60 cm dengan tinggi air sekitar 40 cm. Kalian harus menyiapkan kolam di tempat yang cukup terkena sinar matahari.

pastikan semen kering terlebih dahulu sebelum mengisi air, lalu masukkan pelepah pisang supaya menghilangkan bau semen jika diperlukan.

3. Media Tempat Bertelur

mungkin terbilang sederhana, kalian hanya perlu menyiapkan rafia atau ijuk dan sebelah bambu. Kalian perlu menancapkan bambu untuk dijadikan sebagai penyangga, dan rekatkan rafia atau ijuk pada bambu.

4. Proses Pemijahan

jika kalian belum tahu, pemijahan merupakan proses mengawinkan supaya terlahirnya bibit. Walaupun sederhana, namun langkahnya harus diperhatikan secara teliti.

  • kalian harus punya cadangan indukan sekitar 3-5 ekor untuk antisipasi indukan yang tidak sehat.
  • Sekitar jam 04.00 sore kalian boleh memasukkan indukan betina terlebih dahulu ke dalam kolam
  • Lalu saat jam 08.00 malam kalian baru boleh memasukkan indukan jantan.
  • Biasanya proses perkawinan terjadi saat tengah malam dan telur ikan yang dihasilkan akan menempel pada kakaban dan terlihat pada keesokan harinya.
  • Jika proses pemijahan telah selesai, kalian harus segera memisahkan indukan dengan telur supaya tidak dimakan.

5. Hal yang harus diperhatikan ketika penetasan telur

  • pastikan suhu dari air berada pada 27-30 derajat.
  • kakaban yang dihinggapi telur harus terendam supaya bisa menetas dengan baik.
  • Jangan langsung memberi pakan saat ikan koi baru menetas, karena mereka masih mempunyai cadangan makanan.
  • setelah sekitar 5 hari, kalian bisa memberikan pakan hidup pada larva ikan contohnya kutu air.
  • Jika ukuran tubuh ikan sudah membesar sekitar 1,5 cm kalian boleh mengganti pakan menggunakan cacing sutra.

6. Batasi jumlah ikan dalam kolam

setelah berumur 3 bulan, anak ikan harus dipisahkan dengan larvanya dan dipindahkan ke akuarium ikan dewasa. Namun dalam satu akuarium kalian tidak boleh meletakkan terlalu banyak ikan.

jika kalian berpikir bahwa meletakkan banyak ikan dalam satu akuarium dapat menguntungkan, maka yang akan didapatkan malah sebaliknya. yaitu terhambatnya pertumbuhan ikan, serta menurunkan kualitasnya yang juga dapat berimbas pada penjualan nantinya.

idealnya dalam akuarium berukuran 3 * 4 m dan mempunyai kedalaman 60 cm, jumlah anak ikan koi hanya terdapat 250 ekor dan tidak lebih.

7. Kualitas air

penjagaan kualitas air tentu saja berpengaruh pada kualitas pertumbuhan ikan koi. Untuk mencegah mudahnya air menjadi keruh, kalian harus menyediakan sirkulasi udara yang lancar pada kolam.

kalian harus mengganti air sekitar satu minggu sekali. Pada saat penggantian air kalian tidak boleh menguras air hingga habis dan hanya mengganti sekitar 10% air di kolam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.