Budidaya Jahe Merah Untuk Pemula yang Dapat Meraup Keuntungan

Budidaya jahe merah

budidaya jahe merah merupakan kegiatan yang cukup populer dilakukan akhir-akhir ini. Tidak heran, salah satu jenis jahe ini terkenal dengan banyaknya khasiat yang terkandung serta dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

selain dijadikan untuk obat-obatan, jahe merah selalu diperlukan oleh masyarakat yang menjadikannya bahan pokok untuk olahan lain seperti minuman hangat contohnya bajigur.

peningkatan permintaan jahe merah selalu terjadi tiap tahunnya. diiringi dengan harga jual yang relatif bagus dan seimbang dengan harga pasar menjadikan budidaya jahe merah mempunyai prospek bagus kedepannya.

jika kalian ingin mulai membudidayakan jahe merah namun masih bingung, kali ini kita akan memberitahu langkah-langkah dan apa saja sih harus kalian lakukan? Simak terus artikel ini ya !

Baca Juga | 5 Cara Menanam Semangka dengan mudah agar hasil Panen semangka lebih Melimpah

Ketahui Peluang Usaha Budidaya Jahe Merah

sebelum cara membicarakan tahapan dan cara budidaya jahe merah, alangkah baiknya untuk kita mengetahui peluang serta analisa usaha dari budidaya jahe merah terlebih dahulu.

jahe merah memang lebih unggul jenis jahe lainnya, karena memiliki fungsi immunomodulator yaitu untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Maka dari itu, permintaan pasar dan harga pasar untuk jahe merah ini sangat tinggi.

Melihat dari cara perawatan serta modal awal yang dibutuhkan terhitung tidak cukup besar ditambah dengan mudahnya cara mengembangkan atau membudidayakannya, usaha ini jelas memiliki peluang yang sangat baik untuk meraup untung yang besar.

Tahapan Budidaya Jahe Merah

  1. Persiapan lahan

tahapan pertama dari budidaya jahe merah merupakan tahapan yang paling penting serta penentu bagi tumbuhnya jahe merah.

untuk membudidayakan suatu tanaman tentu saja kita membutuhkan lahan tanam. Tanah yang digunakan untuk menanam jahe merah harus terbilang subur dan gembur. Berikut langkah pengolahan lahannya :

  • gemburkan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul
  • Buat bedengan yang lebarnya 1 meter dan tinggi antara 25-30 cm. Untuk panjang kalian bisa sesuaikan dengan luas lahan.
  • Jangan lupa untuk tetap memberi jarak antar bedengan sekitar 50 cm.
  • Tebarkan pupuk kandang dengan perbandingan 10 kg pupuk untuk bedengan dengan luas lahan 10 meter.
  • Buat lubang untuk media tanam yang berjarak 25 x 25 cm dengan kedalaman antara 25-30 cm.
  • Tuangkan pupuk ke dalam lubang masing-masing sebanyak 1/2 kg
  • Sirami lahan hingga lembab dan tunggu selama satu minggu sebelum ditanami.

2. Tahap Pemilihan Benih atau Bibit

images 2

setelah mengetahui lahan yang baik dan telah mempersiapkannya, ini kita akan lanjut ke tahap pemilihan benih atau bibit tanaman jahe. kalian bisa menentukan ingin menanam dari bibit atau benih.

jika kalian ingin memilih benih, pilihlah benih yang cocok dengan kriteria berikut:

  • benih yang berupa rimpang jahe dengan ukuran besar.
  • Kondisinya harus masih utuh dan segar, serta masih memiliki kadar air yang cukup.
  • Sehat dan tidak cacat.
  • Warna dari rimpang jahe masih terlihat merah menyala.
  • Bersih dan tidak tercampur bahan asing seperti kerikil dan biji tanaman lain, serta terhindar dari hama.

setelah kalian memiliki benih rimpang sesuai kriteria di atas, kalian boleh menyimpan benih di ruangan sejuk dan siram dengan air secukupnya sampai benih rimpang jahe merah bertunas.

dan jika kalian ingin memilih dari bibit, berikut ciri dari bibit jahe merah yang sehat :

images
  • harus berasal dari perkebunan langsung.
  • Bibit harus sudah cukup umur sekitar 10-12 bulan.
  • Paling sedikit bibit sudah berdaun 3 helai.
  • Bibit yang akan ditanam harus berukuran seragam.
  • Terlihat sehat atau berwarna cerah dan tidak pucat karena hama penyakit.

3. Tahap Penanaman Jahe Merah

setelah mempersiapkan lahan dan memilih bibit atau benih yang sesuai, selanjutnya merupakan tahap penanaman. Alangkah baiknya jika penanaman dilakukan saat musim hujan sudah selesai dan berganti musim kemarau.

berikut merupakan tahap penanaman yang dapat kalian lakukan :

  • masukkan benih rimpang atau bibit ke lubang tanam di lahan, kemudian timbun kembali dengan tanah namun jangan menutupi tunas.
  • Taburkan sedikit obat jamur untuk mencegah jamuran pada benih.
  • siram tanah dengan air secukupnya.
  • Tunas dari bibit jahe merah akan tumbuh dalam jangka waktu dua minggu.
  • Periksa bibit apabila tidak tumbuh dalam waktu 1 minggu dan sulam bibit jika perlu diganti.

4. Perawatan

walaupun tergolong cukup mudah, namun perawatan jahe merah merupakan tahapan yang penting dalam membudidayakannya. Perawatan dari jahe merah tidak memerlukan banyak hal namun butuh pemantauan secara berkala.

pertama-tama kalian selalu harus mencabut tanaman liar yang tumbuh di sekitar penanaman, supaya nutrisi tanah yang dibutuhkan benih tidak terbagi dengan tanaman liar.

untuk penyiraman, kalian wajib menyiram tanaman setiap hari dengan kadar air secukupnya dan jangan terlalu menggenang karena bisa menyebabkan kebusukan pada benih. Dan jangan terlalu kering hingga cukup membuat tanah menjadi lembab seharian.

jika takut terjadi penumbuhan jamur, kalian cukup taburkan anti jamur secukupnya pada benih. Jika tunas tidak tumbuh kalian harus langsung menyulam dengan bibit baru supaya bisa tumbuh dan dipanen secara bersamaan.

5. Tahap Pemanenan

kalian dapat memanen hasilnya dalam jangka waktu 4-6 dari waktu tanam. Kalian dapat langsung mencabut tanaman hingga umbinya serta memotong pangkal batangnya. Prosesnya terbilang mudah namun kalian bisa menggemburkan tanah terlebih dahulu untuk lebih mempermudah proses pemanenan.

mungkin akan ada beberapa hasil yang tidak maksimal. Pisahkan jahe yang terlihat tidak sehat agar tetap menjaga kesegaran hasil yang masih sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.